Panggung Dangdut Pamekasan Bergema, Valen DA7 dan Donasi Rp88 Juta untuk Aceh–Sumatra

Hedline-news.id Pamekasan, Madura  Kamis, 1 Januari 2026 —Lapangan Pamekasan, Madura, berubah menjadi pusat perhatian publik sejak siang hingga malam hari. Ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah memadati area terbuka tersebut untuk menyaksikan hiburan rakyat yang dikemas megah dalam balutan musik dangdut. Dentuman irama dan sorak penonton berpadu, menciptakan suasana yang bergemuruh, penuh semangat, dan sarat euforia.

Keterangan Fhoto: Owner Artha Ldt+, Bunji Noveliandri, yang datang bersama sang suami, H. Lukman Arisandy, dan pengusaha asli madura H Her beserta Valen di lapangan kota Pamekasan

Puncak perhatian tertuju pada penampilan Valen, Juara 2 Dangdut Akademi 7 Indosiar, yang merupakan putra daerah kebanggaan Pamekasan. Dengan pembawaan yang enerjik, suara khas, serta interaksi hangat dengan penonton, Valen sukses membakar semangat ribuan penggemarnya. Sejak lagu pertama dilantunkan, massa tampak larut dalam alunan musik, bergoyang bersama, dan memberi aplaus tanpa henti.

Namun kemeriahan acara tidak hanya berhenti pada suguhan hiburan. Malam itu, panggung dangdut juga menjadi ruang bertemunya kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan. Hadir pula pengusaha sukses Artha Ldt+, Bunji Noveliandri, yang datang bersama sang suami, H. Lukman Arisandy, pengusaha asal Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kehadiran pasangan ini langsung menyita perhatian publik, tidak hanya karena kiprah mereka di dunia usaha, tetapi juga karena pesan inspiratif yang mereka bawa.

Di tengah suasana penuh kegembiraan, momen paling berkesan pun terjadi. Secara spontan dan terbuka di hadapan ribuan penonton, Bunji Noveliandri menyampaikan dan menyerahkan donasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatra. Donasi yang diberikan bernilai fantastis, yakni sebesar Rp88.000.000 (delapan puluh delapan juta rupiah).

Aksi sosial tersebut dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Bunji Noveliandri dan H. Lukman Arisandy tampak bergoyang ringan mengikuti irama dangdut di atas panggung, sembari menyampaikan niat tulus berbagi. Suasana pun sontak berubah menjadi haru sekaligus meriah, memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir tanpa menghilangkan keceriaan.

Baca juga:  Saat para Kades Minta Jabatan Diperpanjang, Siang Ini KPK Ungkap Tata Kelola Desa adalah Lahan Potensial Untuk Melakukan Korupsi

Sorak sorai dan tepuk tangan penonton menggema panjang, sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga. Bagi masyarakat Madura, peristiwa ini menjadi simbol bahwa hiburan rakyat tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga mampu menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.

Kepada awak media, Bunji Noveliandri didampingi H. Lukman Arisandy menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban.

“Semoga sumbangan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra,” ujarnya dengan nada tulus.

Keterangan Fhoto: Owner Artha Ldt+, Bunji Noveliandri, yang datang bersama sang suami, H. Lukman Arisandy, dan pengusaha asli madura H Her beserta Valen di lapangan kota Pamekasan

Acara yang berlangsung di Pamekasan itu pun tercatat bukan sekadar pertunjukan musik semata. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi saksi kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang terjalin indah di tengah alunan dangdut. Sebuah bukti bahwa seni, hiburan, dan kemanusiaan dapat berjalan seiring, menyatukan banyak hati dalam satu panggung kebahagiaan.

(Red/Tim)

banner 970250
error: