Budi Waseso Meradang Saat tau Banyak Mafia Beras Sering Gelar Pertemuan Rahasia di Dekat Kantor Bulog

Headline-news.id Senin 23 Januari 2023: Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso kembali bersuara keras soal mafia beras. Aksi para mafia ini, menurut Buwas, memainkan harga beras Bulog sehinga menjadi mahal.

Keterangan Fhoto,Sering Adakan Pertemuan Dekat Kantornya, Mafia Beras Bikin Buwas Naik Pitam

Seharusnya harga beras medium dari Bulog itu dijual Rp 8.300 per kilogram ke pedagang. Tetapi, Buwas mendapatkan laporan harga yang didapat pedagang malah mahal.

“Benar, saya sudah cek ke pedagang melapor ke saya ‘karena saya membelinya sudah mahal pak, sekian-sekian’ ‘karena saya membelinya tidak bisa melalui Bulog harus melalui ini itu.’Sebenarnya saya sudah tahu, dan saya tidak bodoh-bodoh amat. Tanda kutip ada

mafia itu memang ada. Saya nanti kasih tahu,” ujar pria yang biasa disapa Buwas itu dalam konferensi pers yang disiarkan pada Live Instagram Perum Bulog, pada Jumat (20/1/23) Lusa Kemarin.

Bahkan, Buwas mengungkap, para mafia beras tersebut berani mengadakan rapat di dekat kantor Perum Bulog.

“Saya sampaikan ini supaya dengar semua. Jadi saya nggak perlu dibantai atau gimana, nanti yang jawab Satgas Pangan. Jadi jangan seperti itu lah, ini model-model apa dan hebat beraninya mengadakan pertemuan itu di dekat kantor Bulog, top banget itu!” ujarnya.

“Keuntungan dibagi-bagi. Untung seribu kita bagi 3, nah udah yang 3 itu pasti mendukung,” lanjutnya.

Buwas langsung memberikan informasi berkaitan oknum mafia beras itu kepada Satgas Pangan agar langsung ditelusuri dan ditindak. Namun, jika mafia beras itu adalah karyawannya, Buwas tidak segan langsung memecat.

“Saya buktikan semua, jadi sekali lagi tidak ada lagi monopoli merasa paling kuasa merasa paling berhak memiliki kekuatan super seolah-olah paling lama tahu persis, nggak ada begitu. Saya tahu permainan-permainan di Bulog. Saya gak ada ragu-ragu untuk memecat yang bersangkutan,” tegasnya

Buwas merasa banyak karyawannya yang tidak menyukai dirinya. Hal itu diduga karena Bulog tidak lagi bisa bermain bisnis saat menjual beras ke pasaran. Kasus pemecatan karyawan Bulog yang bermain kotor juga telah dilakukan Buwas. Ia menyebutkan seperti kasus hilangnya beras Bulog di Sulawesi Selatan, dirinya tidak segan-segan langsung memecat kepala gudang di sana.

(Red/Tim-Biro Pusat Sitjenarnews)

banner 970250
error: