Kata Rizal Ramli: Sri Mulyani Itu adalah lap kotor yang kerap tampil sok bersih.

Headline-news.id Jakarta Jum’at 10 Maret 2023: Rizal Ramli, pengamat ekonom senior yang Juga Mantan Menteri di Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menyebut bahwa Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani adalah lap kotor yang kerap tampil sok bersih.

Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Lap Kotor Yang Sok Bersih

Rizal Ramli menilai seperti itu berdasarkan dari kebijakan hutang luar negeri yang diambilnya, selama menjabat menjadi pimpinan kementerian keuangan.

Menurut Rizal Ramli, bunga hutang Indonesia yang lebih tinggi dua persen dibandingkan dengan negara yang ratingnya di bawah Indonesia, seperti Vietnam, Thailand dan Philiphina merugikan negara.

“Jadi Sri Mulyani lu jangan sok bersih, lu tu lap kotor. Lu jelasin dulu, kenapa ya, setiap indonesia minjam 2-3 persen lebih mahal, itu merugikan, jauh lebih merugikan daripada bermacam-macam kasus,” ucap Rizal Ramli.

Berdasarkan keterangan mantan menteri keuangan itu, kelebihan bunga dua persen tersebut sangat merugikan negara.

Sebab, jika Indonesia meminjam Rp100 Triliun, maka dalam satu tahun bisa dapat Rp2 Triliun.

Namun jika pinjaman selama 10 tahun, maka akan ada kelipatan bunga yang jauh bisa lebih besar, bisa 30 persen dari Rp100 triliun, dan itu akan dibayar oleh rakyat Indonesia.

Hal ini berbeda dengan menteri keuangan di negara-negara lain, seperti Singapura, China dan lain-lain, dimana mereka setiap pinjam uang dari luar negeri, selalui negosiasi agar bunganya lebih rendah.

Menurut Rizal Ramli, kelebihan bunga dua persen itu merupakan uang yang digunakan untuk membayar perantara, atau broker untuk memperlancar mendapatkan pinjaman luar negeri.

“Nah, itu dalam istalah keuangan, ada istilahnya namanya duit arbitras atau perantara, buat broker,” jelas mantan Menteri Koordinato Perekonomian tersebut.

Rizal Ramli pun menegaskan bahwa upaya untuk membersihkan kementerian keuangan, tidak bakali bisa dilakukan oleh Sri Mulyani, sebab dia sendiri merupakan lap yang kotor.

Menurutnya, pemimpin yang bisa membersihkan lembaga tersebut adalah pimpinan yang dirinya sendiri bersih, amanah, dan berkomitmen.

Sebab menurutnya, membersihkan kebobrokan yang terjadi di kementerian keuangan, khususnya di Ditjen Pajak dan Bea Cukai, bukanlah perkara yang sulit.

Sebagaimana yang diketahui, kemenkeu saat ini menjadi soroton publik, sebab terungkapnya kasus harta tak wajar yang dimiliki oleh pegawai pajak, seperti Rafael Alun Trisambodo dan Eko Darmanto.

Selain itu, Menko Polhukam, Mahfud MD menyampaikan bahwa ada pergarakan uang mencurigakan senilai Rp300 triliun di dalam lembga yang dipimpin oleh Sri Mulyani tersebut.

(Red/Tim-Biro Pusat Headline-news)

banner 970250
error: