Situbondo – Sebuah langkah strategis untuk membawa tembakau dan industri rokok Indonesia ke panggung global resmi digagas dalam rangkaian Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australia. Inisiatif ini digerakkan oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, pengusaha asal Indonesia yang selama perjalanan bisnisnya di Kuala Lumpur bertemu dan berdiskusi dengan mitra dari delapan negara.
Dalam pertemuan lintas negara tersebut, diskusi intensif menghasilkan kesepakatan pembentukan induk perusahaan baru yang akan difokuskan untuk ekspansi dan penaklukan pasar rokok dunia. Perusahaan tersebut diberi nama Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG GRUP) dan dijadwalkan segera memasuki proses legalisasi.
Tiga Agenda Besar Ekspedisi
Pembentukan BARONG GRUP sekaligus melahirkan tiga agenda utama ekspedisi bisnis internasional, yakni.
EPARSIA Pasar Rokok
Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australia untuk membuka dan memperluas jaringan distribusi rokok Indonesia di kawasan regional hingga global.
EPARSIA Pabrik Rokok
Ekspedisi pembangunan pabrik rokok di kawasan Asia dan Australia guna memperkuat basis produksi internasional.
EPARSIA Pabrik Rokok Indonesia–Dunia
Program pembangunan pabrik rokok berskala besar di Indonesia dan berbagai negara dunia, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat tembakau global.
Menurut Khalilur, selama ini industri rokok global didominasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa asing yang mampu berekspansi lintas negara, bahkan menguasai pasar domestik Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus pemicu lahirnya keberanian anak bangsa untuk melakukan langkah serupa dari Indonesia ke dunia.
Tembakau Nusantara sebagai Kunci Utama
Ia menegaskan bahwa kunci utama bisnis rokok adalah tembakau, dan Indonesia merupakan salah satu “gudang tembakau” terbaik dunia. Berbagai varietas unggulan Nusantara disebut memiliki kualitas dan cita rasa kelas internasional, di antaranya tembakau Lombok (Virginia Blend), Madura (Oriental Blend), Jember (Burley Blend), Besuki Situbondo, Deli Sumatera Utara, Srintil Temanggung, serta Lumajang.
“Jika tembakau Nusantara begitu istimewa, tidak seharusnya petani tembakau hidup dalam kemiskinan puluhan tahun,” ujarnya. Melalui strategi membangun pabrik rokok di berbagai negara dengan bahan baku tembakau dari Indonesia, ia optimistis kesejahteraan petani tembakau nasional dapat terdongkrak signifikan.
Doa dan Optimisme dari Kuala Lumpur
Gagasan besar ini, menurut Khalilur, lahir dari refleksi perjalanan bisnisnya di JW Marriott Kuala Lumpur, tepatnya dari kamar 1803. Dari sana, ia memanjatkan doa agar seluruh rencana ekspansi global tersebut mendapat kemudahan dan keberkahan.
“Bermula dari Indonesia, saatnya tembakau Nusantara mendunia dan rokok Indonesia hadir di banyak negara,” tutupnya dengan optimisme.
Langkah pembentukan BARONG GRUP ini diharapkan menjadi awal baru bagi kebangkitan industri tembakau nasional sekaligus membawa kesejahteraan bagi jutaan petani tembakau Indonesia.














